Sejarah

Bank BNP semula didirikan dengan nama PT. Bank Pasar Karya Parahyangan yang berorientasi bisnis pada usaha retail, kemudian pada bulan Juli 1989 ditingkatkan statusnya menjadi Bank Umum Nasional dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan jasa perbankannya lebih luas dan dapat membidik sektor ekonomi yang lebih besar lagi, sekaligus berganti nama menjadi PT. Bank Nusantara Parahyangan.

Pada Agustus 1994 untuk melayani ragam transaksi dan akses perdagangan yang lebih luas khususnya untuk transaksi valuta asing dan perdagangan luar negeri melalui transaksi ekspor dan impor, maka Bank BNP melengkapi ijin operasionalnya dengan ijin sebagai Bank Devisa.

Pada tahun 2000 berdasarkan keputusan RUPSLB tanggal 15 September 2000, Bank BNP mengubah status perusahaan menjadi perusahaan publik (terbuka). Kemudian dengan tujuan untuk memperkuat struktur permodalan Bank BNP, maka pada bulan Juli 2006 dilakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada pemegang saham.

Pada tanggal 17 Desember 2007, kepemilikan mayoritas saham Bank BNP telah beralih kepada ACOM CO., LTD. (ACOM) dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) melalui akuisisi saham sebanyak 75,41%, dimana ACOM menguasai 55,41% dan BTMU menguasai 20% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan, sehingga dengan demikian keduanya menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank BNP. Selanjutnya posisi terakhir per 31 Desember 2011, komposisi saham ini menjadi 75,51% saham dimana ACOM menguasai 66,15% dan BTMU menguasai 9.35% dari seluruh saham. Hingga saat ini jumlah saham yang telah dikeluarkan Perseroan seluruhnya berjumlah 676.833.882 lembar dengan nominal Rp338.416.941.000,-.

Nilai Tukar
Valuta Asing
Diupdate 25 Mei 2018 09:34
Untuk Ekuivalen diatas USD 5.000
Mata Uang Beli Jual
USD 14.150,00 14.180,00
GBP 18.900,00 18.965,00
EUR 16.550,00 16.625,00
JPY 129,10 129,55
SGD 11.540,00 10.585,00
HKD 1.803,00 1.810,00
CNY 2.197,00 2.238,00
Suku Bunga
Dasar Kredit
Diupdate 7 Mei 2018 10:07
 
Jenis Kredit Suku Bunga
Kredit Korporasi 11.57%
Kredit Ritel 11.14%
Kredit Mikro 7.5%
Kredit Konsumsi (KPR) 7.78%
Kredit Konsumsi (NON KPR) 7.57%